Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Senin, 16 Juni 2014

Solusi Kimia: Menstabilkan Lateks Karet dengan Amonia

0 komentar
Kebun Karet di Bogor (foto: www.knap.ristek.go.id)

Cikarang, MajalahKimia. Lateks merupakan getah kental tumbuhan yang dihasilkan oleh banyak tanaman. Dalam industri pertanian, tanaman yang banyak diambil getah lateksnya adalah tanaman karet atau para (Havea brasiliensis). Tanaman karet merupakan salah satu komoditi pertanian terbesar di Indonesia dengan luas area perkebunan pada tahun 2013 sebesar 528,600 Ha.

Proses pengolahan karet dimulai dari penyadapan getah lateks dengan cara melukai batang pohon karet. Lateks karet yang keluar dari pohonnya tersebut kemudian ditampung dengan mangkuk kecil dan kemudian dikumpulkan dalam jumlah yang lebih besar di penampungan. Getah dalam wujud lateks dapat langsung dijadikan sebagai bahan baku industri seperti balon, kondom, karet gelang, sabutret, serta produk lainnya. Selain wujud lateks, karet dijadikan bahan baku industri dalam bentuk SIR (standard Indonesian rubber). SIR merupakan lateks yang digumpalkan dan dihilangkan komponen non-karetnya sehingga memiliki tekstur padat. Produk yang dibuat dengan bahan baku sir diantaranya adalah ban, seal, serta produk lainnya. Dari segi ekonomi, lateks alam murni memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan SIR. Hal ini karena produk olahan lateks murni bernilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan produk olahan SIR.

Komponen Lateks (sumber: id.wikipedia.org)


Secara kimia, karet merupakan suspensi dari beberapa komponen. komponen-komponen lateks terdiri dari fraksi karet, fraksi frey wyssling, serum, dan fraksi dasar. Lateks karet akan menggumpal secara alami akibat aktivitas mikroba yang menyebabkan terbentuknya asam pada fraksi karet. Dengan terbentuknya asam, partikel-partikel pada fraksi karet akan saling berinteraksi sehingga karet akan menggumpal. Proses ini bukan merupakan proses reversible. Artinya setelah menggumpal, karet tidak dapat dikembalikan menjadi lateks.

Permasalahan akan terjadi ketika proses penampungan dan pengangkutan lateks karet memakan waktu cukup lama. Lateks akan menggumpal menjadi karet padat dan mengurangi nilai ekonominya. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menambahkan larutan amonia, NH4OH, ke dalam lateks. Amonia dapat mengawetkan lateks dengan dua cara. Pertama sifat basa dari amonia akan menetralkan asam yang terbentuk dari proses enzimatik mikroorganisme. Cara kedua ialah dengan membunuh mikroorganisme pada lateks sehingga tidak dapat mengeluarkan enzim yang dapat menyebabkan karet menjadi asam.

Larutan amonia sudah umum digunakan sebagai pengawet lateks dalam industri perkebunan karet. Dengan menambahkan sekitar 0.65-0.75 % berat larutan amonia ke dalam lateks, lateks dapat bertahan hingga 120 hari. Tentu saja dengan semakin banyaknya amonia yang ditambahkan, daya tahan lateks akan semakin meningkat. Selain amonia, bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan lateks adalah natrium karbonat, formal dehida, serta natrium sulfit.

...

Leave a Reply

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here