Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Senin, 08 Juli 2013

Beginilah Cara Membuat Hujan Buatan

3 komentar
Hujan Buatan
Hujan buatan, sering kali identik dengan sebuah ritual pemanggilan "dewa hujan" untuk menurunkan hujan di suatu daerah. Hari ini, para ahli meteorologi dapat membuat hujan buatan dengan prinsip kimia untuk menginduksi presipitasi molekul air. Apa saja dasar-dasar ilmu kimia yang digunakan untuk membuat hujan buatan?
Cikarang-MajalahKImia. Awan terbentuk dari udara hangat dan lembab yang berpindah menuju daerah yang lebih dingin dengan cara konveksi. Hal tersebut menyebabkan uap air mengembun menjadi tetesan air ataupun kristal es. Tetesan air atau kristal es harus tumbuh hingga ukuran tertentu agar dapat jatuh dari awan tanpa mengalami proses penguapan ulang hingga sampai ke permukaan tanah. Kebanyakan awan terbentuk dari partikel yang hanya berukuran kurang dari sepuluh mikrometer akan stabil untuk waktu yang cukup lama. Untuk membentuk partikel dengan ukuran lebih dari sepuluh mikrometer, maka harus terjadi tumbukan antar partikel. Kristal es dalam hal ini berfungsi sebagai inti pembentukan partikel.

Modifikasi cuaca sering dilakukan oleh para ahli meteorologi untuk menanggulangi kondisi cuaca ekstrim, seperti kekeringan. Kondisi temperatur awan biasanya ada pada kisaran -10 hingga -20 derajat celcius. Pada kondisi ini, jika terjadi pembentukan kristal es, maka kristal akan terjatuh dari awan dan mencair pada temperatur yang lebih tinggi sebelum menyentuh tanah. Untuk menginduksi pembentukan kristal pada awan dingin, suatu bahan ditambahkan untuk mempercepat terjadinya kondensasi molekul air.

Pada tahun 1946, Irving Langmuir dan Vincent J. Schaefer, ahli kimia yang bekerja di Laboratorium Penelitian General Electrics di New York, AS, menemukan bahwa pelet es kering dapat menginduksi pembentukan kristal es dalam awan yang terbentuk dari tetesan air dalam kotak beku. Kristal es kemudian semakin membesar dan pada akhirnya menetes pada bagian dasar kotak. Butiran es kering dapat dihamburkan dari pesawat terbang untuk memperoleh kondisi yang sama di atmosfer. Bahan lain, seperti perak iodida, memiliki kesamaan struktur dengan es dan dapat bertindak sebagai inti dari pembentukan kristal es.

Sebagai tambahan, ketika garam iodida tersebut terbakar di udara, asap partikel kecil dihasilkan dan dapat terbawa keatas oleh arus udara. Penaburan garam perak iodida di udara juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hujan es dari awan cumolonimbus. Selain itu, penaburan garam perak iodida di sekitar lapangan terbang juga dapat menghilangkan kabut asap, mengubahnya menjadi partikel-partikel es sehingga dapat memperlancar penerbangan.

3 Responses so far.

  1. kalibrasi says:

    Ilmu memang tiada batasnya kalau dipelajari.
    Tahun lalu ada penerapan ilmu untuk menghambat hujan sehingga tidak terjadi banjir di jakarta.
    Sekarang ada cara pembuatan hujan buatan.

  2. terima kasih artikelnya, sangat bermanfaat. bravo kimia..

    www.kiostiket.com

  3. Nice infonya Gan, Sangat Membantu (y)
    Thank

    Walking Blog
    http://jamutradisionalmujarab.com/

Leave a Reply

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here