Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Kamis, 13 Desember 2012

Busa Yang Dapat Membantu Nafas Anda

1 komentar
Gelembung mikro oksigen injeksi dapat memberikan menit-menit berharga bagi penderita asma
(foto: 
maths.tcd.ie)

MajalahKimia - Hanya beberapa menit setelah seseorang berhenti bernapas -- baik karena tersedak makanan di tenggorokan maupun karena sakit asma --, otaknya akan mulai berhenti. Petugas medik biasanya hanya memiliki satu langkah utama, yakni memberikan napas buatan melalui mulut si pasien. Prosedur ini tentu saja dapat beresiko dan memerlukan waktu yang lama.

Larutan injeksi baru dapat membuat orang bertahan dari kejadian tersebut selama lebih dari 15 menit, memberikan waktu yang cukup baginya untuk dapat dilarikan ke instalasi gawat darurat. Larutan tersebut mengandung oksigen dalam bentuk gelembung mikro yang dapat diserap darah dalam hitungan detik. Ukuran gelembung tersebut terlalu kecil untuk menyumbat aliran darah yang menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Untuk membuat busa penyelamat ini, John Kheir, seorang ahli penyakit jantung dari Boston Children's Hospital bersama rekannya menerapkan teknologi nano dalam dunia medik. Partikel mikro dengan membran lemak telah diterapkan untuk drugs delivery serta pewarna dalam Ultra Sound Imaging. Namun di tangan Kheir dan rekan-rekannya teknologi tersebut diadaptasi untuk dijadikan busa yang dapat mengantarkan oksigen ke dalam darah.



Kheir dan timnya memasukkan fosfolipid ke dalam bejana yang berisi oksigen dan menggunakan gelombang suara untuk membentuk gelembung mikro tersebut. Mereka kemudian menggunakan centrifuge untuk memekatkan gelembung tersebut ke dalam bentuk larutan. Masing-masing gelembung mikro berukuran empat mikron mengandung oksigen murni yang dilapisi oleh lapisan tipis lemak yang memiliki ketebalan hanya beberapa nanometer.

Karena gelembung mengandung oksigen pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan darah, maka gas oksigen tersebut akan berdifusi ke dalam sel darah merah ketika terjadi kontak. Ketika gelembung tersebut pecah, lapisannya akan membentuk lempengan yang hanya selebar beberapa mikron dan akan dengan mudah dikeluarkan dari aliran darah melalui sistem sirkulasi.

Dalam percobaannya, para peneliti tersebut menutup aliran udara pada sistem pernapasan kelinci yang sebelumnya telah dibius selama 15 menit. Kelinci tersebut kemudian disuntik dengan larutan berisi gelembung mikro oksigen. Alhasil kelinci tersebut tetap hidup tanpa perlu bernapas dalam waktu yang cukup lama.

Penemuan inovatif ini tentu saja akan sangat bermanfaat pada pertolongan pertama penderita sakit asma dan dapat menyelamatkan banyak pasien pada kondisi darurat.

sumber: ScientificAmerican.com


One Response so far.

  1. kaya yang buat di akuarium hehehe :)

Leave a Reply

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here