Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Selasa, 20 Desember 2011

Interaksi Antar Makromolekul

0 komentar
Protein Hemoglobin 1GZX
Kebanyakan proses biologis yang penting di dalam sel didasarkan pada interaksi antara dua atau lebih makromolekul. Kebanyakan dari interaksi-interaksi tersebut didasarkan pada gaya non-kovalen, walaupun beberapa ikatan kovalen juga sering terlibat, seperti ikatan disulfida. Kompleks makromolekul yang distabilkan oleh gaya non-kovalen kebanyakan berada pada kesetimbangan dengan komponen terdisosisasinya. Dalam beberapa kasus, sangatlah memungkinkan untuk mengukur parameter termodinamika pada reaksi asosiasi dan disosiasi tersebut.

Walaupun energi dari masing-masing interaksi non-kovalen seperti ikatan hidrogen atau jembatan garam cukup kecil, sangat jelas bahwa gabungan interaksi yang memiliki energi kecil tersebut menghasilkan jumlah energi yang cukup besar. Disini kita dapat mengukur secara teoretik energi yang diperlukan atau dilepaskan untuk membentuk suatu interaksi baru dengan makromolekul lainnya, asosiasi. Walaupun demikian, kita tidak dapat menghilangkan salah satu faktor yang penting, yakni pelarut. Keberadaan pelarut sangat memengaruhi terjadinya disosiasi maupun asosiasi makromolekul. Hal ini disebabkan pelarut pada proses biokimia adalah air yang bersifat polar, sedangkan makromolekul memiliki bagian hidrofobik dan hidrofilik.

Walau bagaimanapun, karakteristik dari semua jenis reaksi disosiasi dan asosiasi bergantung pada posisi kesetimbangan dari konsentrasi total subunit yang terlibat. Penggambaran sederhana dari reaksi asosiasi-disosiasi adalah reaksi monomer-dimer.
Dari reaksi diatas, kita dapatkan tetapan kesetimbangan
dimana K  merupakan tetapan asosiasi dalam satuan liter per mol. Satuan konsentrasi yang diberikan pada persamaan (1) adalah mol per liter. Jika kita gunakan M0 sebagai konsentrasi molar total subunit dalam suatu sistem, akan kita dapatkan persamaan tambahan berikut
Angka 2 pada persamaan diatas muncul dikarenakan masing-masing molekul dimer mengandung 2 mol subunit. Selanjutnya dapat kita tulis
Dengan mensubstitusi persamaan diatas ke dalam persamaan (1) kita dapatkan persamaan kuadrat. Akar dari persamaan kuadrat tersebut dapat diselesaikan untuk [M], sebagai fungsi dari konsentrasi total M0, sehingga didapatkan persamaan berikut
Tentu saja dari hasil diatas, hanya solusi positif yang secara fisis memungkinkan. Jika kita evaluasi limit dari ekspresi diatas, terdapat dua poin penting, yakni:
1. [M]/[M0] menuju 1 ketika M0 menuju 0.
2. [M]/[M0] menuju 0 ketika M0 menuju tak hingga.
Reaksi akan cenderung disosiasi sempurna ketika konsentrasi subunit sangat kecil.
Reaksi akan cenderung  asosiasi sempurna ketika konsentrasi subunit sangat besar.


sumber:

Leave a Reply

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here