Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Kamis, 08 Desember 2011

Aspartam Tidak Berbahaya!

0 komentar

Apartam, nama itu mungkin jarang  terdengar oleh sebagian orang, namun sebenarnya tidaklah asing dengan kehidupan kita. Kita akan banyak menemui senyawa ini di dalam makanan yang memiliki rasa manis, seperti permen, minuman bersoda, dan banyak lagi. Senyawa ini merupakan zat pemanis sintetik yang digunakan sebagai pengganti gula dan tebu. Aspartam merupakan senyawa rendah kalori dengan derajat kemanisan 200 kali dari gula tebu. Hal inilah yang menyebabkan produsen makanan lebih memilih menggunakan aspartam dari gula tebu biasa, tentu saja karena jumlah aspartam yang digunakan lebih sedikit dari gula tebu, dan berakibat lebih murahnya biaya produksi. Namun, apakah aspartam aman untuk dikonsumsi?



Struktur Aspartam

Dengan nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) L-α-aspartil-L-fenialanin metil ester, aspartam terdiri dari dua asam amino esensial, yakni asam aspartat dan fenialalanin dalam bentuk metil esternya. Seperti kita ketahui, kedua senyawa tersebut termasuk asam amino penyusun protein dalam tubuh. Metil ester banyak ditemukan dalam bahan makanan yang mengandung banyak protein, selain itu banyak juga ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Analisis secara kimiawi ini memperkuat rujukan bahwa penyusun aspartam bukanlah merupakan zat yang berbahaya, melainkan zat yang justru diperlukan oleh tubuh. Keamanan penggunaan aspartam juga dapat dilihat dari bioproses dan reaksinya dalam tubuh.



Dalam pencernaan, aspartam akan terurai menjadi tiga komponen, yakni asam aspartat, fenialanin, dan metanol. Ketiga senyawa tersebut akan diserap melalui aliran darah dan diproses secara normal dalam tubuh. Baik aspartam maupun komponen uraiannya tidak akan mengalami akumulasi (penggumpalan) dalam tubuh sehingga tidak mengganggu metabolisme. Setiap komponen tersebut akan digunakan dalam tubuh seperti berasal dalam bahan makanan lainnya.

Metanol yang terbentuk dari penguraian aspartam mungkin dapat mengakibatkan kekhawatiran kita dalam mengkonsumsi aspartam. Namun menurut hasil penelitian, metanol yang dihasilkan dari hasil penguraian aspartam ini tidak melebihi batas normal. Metanol juga merupakan zat kimia yang biasa ditemukan dari penguraian beberapa bahan makanan. Pada dasarnya tidak ada hal yang patut dikhawatirkan dari hasil penguraian aspartam ini.

Tidak hanya mengacu pada fakta yang disebutkan diatas, keamanan penggunaan aspartam juga disahkan oleh FDA sejak tahun 1981. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Berdasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang ada, sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman. Setelah persetujuan dari FDA, telah lebih dari 100 negara menggunakan aspartam sebagai pemanis buatan. Aspartam juga memiliki batas konsumsi yang disebut dengan Acceptable Daily Intake (ADI) yakni antara 2,8 hingga 10,1 mg/kg berat badan per hari. Lalu apakah aspartam aman untuk semua orang? tentu tidak!

Penggunaan aspartam tidak dianjurkan kepada penderita PKU (fenilketouria). Penderita kelainan ini biasanya sudah terdeteksi sejak bayi. Penyakit ini merupakan kelainan metabolisme dimana fenilalanin hasil penguraian aspartam tidak dapat diubah menjadi tirosin. Dalam keadaan normal, tirosin yang terbentuk akan dibuang oleh tubuh, tetapi untuk penderita PKU, fenilalanin akan tertimbun di dalam darah dan menyebabkan keterbelakangan mental.

Jadi untuk anda yang tidak menderita PKU dan ingin hidup sehat dengan yang manis-manis, aspartam mungkin dapat menjadi solusi gaya hidup sehat pengganti gula tebu.

Ditulis ulang dari:
Majalah Fulleren Edisi ke-1
Himpunan Mahasiswa Kimia AMISCA ITB
2009

Penulis artikel:
Asri Sarinastiti
Hushla Sudri

Leave a Reply

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here