Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Sabtu, 11 Juni 2011

Aluminium

0 komentar
Aluminium
Aluminium
Al
Inggris : Aluminium
Jerman : Aluminium
Latin : Aluminium
Simbol : Al
No. Atom : 13
Ar : 27
Konfigurasi :1s22s22p63s23p1
 Massa Jenis : 2,702
Titik Cair : 659,7 oC
Titik Didih : 2.450 oC


Sifat-sifat
Aluminium adalah suatu logam ringan, mengkilap seperti perak, mudah dibengkokkan dan ditempa, penghantar panas dan listrik yang baik. Logam ini tahan terhadap korosi yang disebabkan udara karena dengan segera permukaannya dilapisi oleh oksida yang dapat melindungi. Logam ini  juga tahan terhadap asam encer kecuali asam klorida tetapi tidak tahan terhadap basa dan air garam. Potensial elektroda logam ini adalah -1,67 volt, artinya cukup reaktif untuk bereaksi dengan air dan menghasilkan H2.

Proses Pembuatan (Proses Hall, Charles Martin Hall (1863-1914), Amerika Serikat)
Bahan baku pembuatan aluminium adalah batu bauksit yang mengandung 52-80 % Al2O3. Di Indonesia sendiri, bauksit banyak terdapat di pulau Bintan. Pembuatan logam Al dilakukan dalam dua tahap, yakni pemurnian dan elektrolisis. Tahap pertama adalah bauksit digiling halus lalu dilarutkan ke dalam larutan soda kaustik (NaOH) pekat dengan tekanan tinggi. Na-aluminat yang terbentuk dipisahkan dari kotoran lalu dihidrolisis sehingga membentuk aluminium hidroksida. Endapan yang terbentuk kemudian dikristalkan dan dipijarkan hingga suhu 1800 oC sehingga menjadi Al2O3 murni. Tahap kedua adalah pencairan bersama kriolit (Na3AlF6) lalu dielektrolisis. Peleburan bersama kriolit dimaksudkan untuk menurunkan titik cair alumina dari 2000 oC menjadi 1000 oC. Ketika mencair, kliorit berfungsi sebagai pelarut alumina, logam Al mengendap pada katoda dan oksigen dilepaskan pada anoda yang terbuat dari karbon. Secara sederhana, reaksi reduksi alumina dapat dituliskan sebagai berikut :

2 Al2O3 → 2 Al3+ + 6 O2- → 4 Al + 3 O2

Bak elektrolisis yang digunakan harus terbuat dari besi yang dilapisi semen tahan api yang ditutupi karbon sehingga dapat mengalirkan arus listrik. Dasar bak dapat dimiringkan sehingga Al cair akan terkumpul di salah satu sisi dasar bak dan dikeluarkan melalui kran. Untuk memperoleh setengah kg Al diperlukan 10 kwh listrik, oleh karena itu pabrik pengolahan aluminium harus memiliki pembangkit listrik sendiri agar biayanya murah. Di Indonesia, pabrik peleburan aluminium terdapat di Kuala Tanjung, Sumatera Utara dan listriknya dihasilkan dari air terjun Sigura-gura. Penghasil utama aluminium dunia adalah Amerika Serikat.

Kegunaan
  1. Di laboratorium dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dengan basa kuat, lempengannya dapat digunakan untuk uji ion Hg+.
  2. Di rumah tangga banyak dijumpai sebagai alat-alat dapur, sendok, garpu, panci. dsb.
  3. Dalam dunia industri digunakan untuk membuat :
    • Logam paduan (alloy) untuk membuat pesawat terbang yang disebut Magnalium (90% Al dan 10% Mg), Alnico (50% Fe, 20% Al, 20% Ni, dan 10% Co). Kedua campuran tersebut merupakan bahan magnit yang sangat kuat.
    • Campuran termit (logam Al + Fe2O3) yang digunakan untuk membuat batangan las listrik.
    • Cat 'perak' yang merupakan suspensi serbuk aluminium dalam minyak cat.
    • Lembaran logam Al (aluminium foil) yang digunakan untuk membungkus makanan, tabung pasta gigi, tabung obat-obatan, dan berbagai kemasan lainnya.
    • Sebagai pereduksi dalam industri bahan kimia, misalnya untuk industri MnO2 dan Cr2O3.
    • Bahan bakar pesawat ulang alik (Challenger, Columbia) yang merupakan campuran serbuk Al dengan oksidator NH4ClO4 yang pada saat pembentukan Al2O3 menghasilkan energi yang sangat tinggi. 
A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

    Leave a Reply

     
    Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

    You can add link or short description here