Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Senin, 16 September 2013

Lahirnya Ilmu Kimia

0 komentar
http://en.wikipedia.org
Jika Anda sedang berada di kamar membaca artikel ini, coba perhatikan benda-benda di sekeliling Anda. Meja belajar, kaca jendela, gelas minuman, komputer pribadi Anda, kasur tempat tidur, keramik di lantai, karpet yang menyelimutinya, bahkan tangan Anda yang berada di atas keyboard komputer, cobalah untuk bertanya dalam hati: terbuat dari apakah semua ini?. Sekarang Anda bayangkan untuk keluar dari rumah Anda, kemudian lihatlah pohon, hewan, air yang mengalir, batu, rumput, aspal jalanan - bagaimana Tuhan menciptakan semua ini? Anda bayangkan sedang berada di pesawat ruang angkasa, Anda melihat ke luar jendela, planet, bulan, bintang, serta asteroid bertebaran sejauh mata memandang, ada yang berkilau bercahaya, ada yang berwarna-warni, ada yang hanya menyerupai batu, kusam, diam dan membisu - bagaimana semua ini bisa terjadi?

Semua yang kita perhatikan tersebut semuanya adalah zat, benda, atau materi. Lalu mengapa semua tampak bermacam-macam, ada yang serupa, ada pula yang berbeda. Mengapa batu amat keras, sedangkan karet amat elastis, mengapa air dapat mengalir, sementara tiang penyangga bangunan hanya bisa berdiri kokoh? Itu karena benda-benda tersebut tersusun dari penyusun-penyusun yang berbeda. Apakah penyusun-penyusun materi atau benda tersebut? Ialah atom. Atom merupakan bagian terkecil penyusun benda-benda yang dapat kita lihat sehari-hari, mulai dari butiran garam yang sangat kecil hingga bumi dan matahari yang amat besar. Mengapa matahari amat panas dan bercahaya, sedangkan bulan amat kusam, diam? Karena ada interaksi pada atom-atom penyusun matahari sehingga menghasilkan panas dan cahaya yang tiada tara, sedangkan pada bulan, interaksi semacam tersebut tidak dapat ditemukan. Lalu, apa hubungannya dengan ilmu kimia?

Ilmu kimia adalah suatu ilmu pasti yang dapat menjelaskan secara detil pertanyaan-pertanyaan diatas. Ilmu kimia menjelaskan tentang struktur materi, sifat serta perubahannya. Struktur materi yang berbeda menyebabkan sifat yang berbeda, jenis perubahannyapun akan berbeda. 


Read more...
Senin, 08 Juli 2013

Beginilah Cara Membuat Hujan Buatan

2 komentar
Hujan Buatan
Hujan buatan, sering kali identik dengan sebuah ritual pemanggilan "dewa hujan" untuk menurunkan hujan di suatu daerah. Hari ini, para ahli meteorologi dapat membuat hujan buatan dengan prinsip kimia untuk menginduksi presipitasi molekul air. Apa saja dasar-dasar ilmu kimia yang digunakan untuk membuat hujan buatan?
Cikarang-MajalahKImia. Awan terbentuk dari udara hangat dan lembab yang berpindah menuju daerah yang lebih dingin dengan cara konveksi. Hal tersebut menyebabkan uap air mengembun menjadi tetesan air ataupun kristal es. Tetesan air atau kristal es harus tumbuh hingga ukuran tertentu agar dapat jatuh dari awan tanpa mengalami proses penguapan ulang hingga sampai ke permukaan tanah. Kebanyakan awan terbentuk dari partikel yang hanya berukuran kurang dari sepuluh mikrometer akan stabil untuk waktu yang cukup lama. Untuk membentuk partikel dengan ukuran lebih dari sepuluh mikrometer, maka harus terjadi tumbukan antar partikel. Kristal es dalam hal ini berfungsi sebagai inti pembentukan partikel.

Modifikasi cuaca sering dilakukan oleh para ahli meteorologi untuk menanggulangi kondisi cuaca ekstrim, seperti kekeringan. Kondisi temperatur awan biasanya ada pada kisaran -10 hingga -20 derajat celcius. Pada kondisi ini, jika terjadi pembentukan kristal es, maka kristal akan terjatuh dari awan dan mencair pada temperatur yang lebih tinggi sebelum menyentuh tanah. Untuk menginduksi pembentukan kristal pada awan dingin, suatu bahan ditambahkan untuk mempercepat terjadinya kondensasi molekul air.

Pada tahun 1946, Irving Langmuir dan Vincent J. Schaefer, ahli kimia yang bekerja di Laboratorium Penelitian General Electrics di New York, AS, menemukan bahwa pelet es kering dapat menginduksi pembentukan kristal es dalam awan yang terbentuk dari tetesan air dalam kotak beku. Kristal es kemudian semakin membesar dan pada akhirnya menetes pada bagian dasar kotak. Butiran es kering dapat dihamburkan dari pesawat terbang untuk memperoleh kondisi yang sama di atmosfer. Bahan lain, seperti perak iodida, memiliki kesamaan struktur dengan es dan dapat bertindak sebagai inti dari pembentukan kristal es.

Sebagai tambahan, ketika garam iodida tersebut terbakar di udara, asap partikel kecil dihasilkan dan dapat terbawa keatas oleh arus udara. Penaburan garam perak iodida di udara juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hujan es dari awan cumolonimbus. Selain itu, penaburan garam perak iodida di sekitar lapangan terbang juga dapat menghilangkan kabut asap, mengubahnya menjadi partikel-partikel es sehingga dapat memperlancar penerbangan.
Read more...
Sabtu, 01 Juni 2013

Inilah Foto Molekul Resolusi Tinggi Pertama di Dunia!!!

3 komentar
Hampir sejelas diagram struktur pada buku teks, gambar ini diambil dengan menggunakan  mikroskop gaya atom nirkontak (noncontact atomic force microscope). Gambar ini memperlihatkan posisi individual atom dan ikatan kimia sebuah molekul yang memiliki 26 atom karbon dan 14 atom hidrogen yang memiliki struktur sebagai tiga cincin benzen yang saling terhubung. (Credit: Lawrence Berkeley National Laboratory and University of California at Berkeley)
Bogor, MajalahKimia - Ketika Felix Fischer dari Berkeley Lab Departemen Energi A.S. mengembangkan struktur nano yang terbuat dari grafen menggunakan metode kimia baru, sebuah kejutan terjadi: gambar nyata atom-atom karbon individual beserta ikatan kimianya.

"Kami tidak bertujuan membuat gambar yang bagus, reaksi tersebut sendiri lah yang merupakan tujuan utamanya", ujar Fischer, staf ilmuwan di Lab Material Science Berkeley sekaligus profesor kimia di University of California, Berkeley.

Apa yang mikroskop perlihatkan pada para peneliti - ujar Fischer - sangat luar biasa. Hasil reaksi sendiri sebenarnya di luar dugaan, gambar yang dihasilkan lebih mengejutkan lagi.

Struktur Nano Grafen Bottom Up

Struktur nano grafen dapat membentuk transistor, gerbang logika (logic gates), dan elemen lainnya untuk keperluan alat elektronik yang sangat tipis, tetapi dalam pabrikasi secara masa sangat sulit dan memerlukan akurasi tingkat tinggi. Fischer dan koleganya merekayasa struktur nano grafen dari ukuran kecil ke tingkat nano, dengan mengubah rantai atom karbon lurus menjadi lembaran heksagonal (hidrokarbon poliatomis), menggunakan reaksi yang ditemukan oleh Prof. Robert Bergman.

Proses pembuatan grafen
"Di dalam larutan, terdapat puluhan senyawa yang merupakan hasil dari reaksi yang kita gunakan, dan mengkarakterisasi hasil tersebut sangatlah sulit", ujar Fischer. "Di dalam larutan 3D kami membuat sistem 2D. Kami mengambil molekul starter kami - sebuah struktur yang disebut oligo-enediyne, tersusun dari tiga cincin benzen yang dihubungkan dengan atom-atom karbon - dalam permukaan perak, dan kemudian menginduksi reaksi dengan pemanasan".

Dari sebuah penelitian yang diduga tidak akan berhasil, justru didapatkan gambar molekul pertama dengan resolusi tinggi di dunia. Begitulah sains. :-)

Sumber: phys.org
***
Read more...
Rabu, 06 Februari 2013

Sekilas Bioinformatika

0 komentar
Sekilas Bioinformatika
MajalahKimia - Pada tanggal 26 Juni 2000 telah terjadi momen perubahan yang sangat besar dalam ilmu biologi. Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mengadakan jumpa pers yang dihubungkan dengan satelit. Mereka mengumumkan lengkapnya draf human genome project. Urutan dari tiga juta pasang basa telah berhasil dipetakan.

Inilah rangkaian kegiatan human genome project:
  • 1953 - Struktur DNA dipublikasikan oleh Watson-Crick
  • 1975 - F. Sanger dan A. Maxam serta W. Gilbert secara terpisah mengembangkan metode sekuensing DNA
  • 1977 - Bacteriophage tetaX-174 berhasil diurutkan. Hal ini merupakan genom lengkap pertama
  • 1980 - Pengadilan tinggi Amerika Serikat menyatakan bahwa bakteri yang dimodifikasi genetiknya dapat dipatenkan
  • 1981 - DNA mitokondria manusia berhasil dipetakan, terdiri dari 16.569 pasang basa
  • 1984 - Genom virus Epstein-Barr berhasil dipetakan, terdiri dari 172.281 pasang basa
  • 1990 - International Human Genome Project telah dimulai.


Read more...

8th Indonesian Zeolite Seminar

0 komentar
8th Indonesian Zeolite Seminar
Keynote Speakers:






  1. Prof. Valentin Valtcher (France)
  2. Prof. Svetlana Mintova (France)
  3. Dr. S. P. Elangovan (Javan)
  4. Prof. Aishah Abdul Jalil (Malaysia)
  5. Dr. Wong Ka-Lun (Singapore)

Timeline:

  • May 17 - Deadline of Abstracts
  • May 24 - Notification (oral/presentation)
  • May 31 - Deadline for early-bird
  • June 5-6 - Seminar
  • June 7 - Receiving Manuscript

Place:
Institut Teknologi Bandung, Bandung, West Java, Indonesia

Registration:
Read more...
Kamis, 31 Januari 2013

Sekuensing DNA Generasi Baru

1 komentar
DNA Polimerase (Sumber: http://evolutionnews.org)

MajalahKimia - Sekuensing DNA dan sekuensing DNA paralel telah memberikan dampak yang besar dalam bidang penelitian serta kedokteran. Pada saat ini telah banyak dikembangkan metode untuk melakukan sekuensing DNA untuk berbagai aplikasi. Menemukan metode untuk menghasilkan sekuensing DNA yang murah, cepat, dan praktis merupakan tantangan tersendiri dalam ilmu pengetahuan saat ini. Teknologi sekuensing DNA saat ini dibatasi oleh kebutuhannya dalam teknologi pencitraan, sensor elektromagnetik, dan nukleotida atau reagen khusus. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, saat ini telah dikembangkan teknologi sekuensing non-optik yang berdasarkan pada penggunaan integrated circuit (IC), yakni sekuensing semikonduktor ionik, atau biasa disebut dengan ion torrent.

Prinsip dari sekuensing dengan ion torrent adalah deteksi ada tidaknya ion hidrogen yang dilepaskan pada saat terbentuk ikatan kovalen antara dNTP dengan DNA templat. Secara kimia, peristiwa penggabungan dNTP dan DNA templat merupakan reaksi pembentukan ikatan kovalen yang melepaskan profosfat dan ion hidrogen. Jika dNTP bertemu dengan pasangan yang tepat pada DNA templat, maka ikatan kovalen akan terbentuk dan ion hidrogen akan dilepaskan. Sedangkan jika dNTP yang diberikan tidak bertemu dengan pasangan yang tepat pada DNA templat, maka ion hidrogen tidak akan dilepaskan. Ada atau tidaknya ion hidrogen yang dilepaskan kemudian diukur menggunakan sensor semikonduktor yang sensitif terhadap perubahan pH dan kemudian dijadikan data mengenai ada atau tidaknya reaksi yang terjadi. Data tersebut kemudian digabungkan dengan data dNTP yang diberikan dapat dijadikan suatu informasi urutan DNA pada DNA templat.

Mekanisme Baru Sekuensing DNA

Desain alat sekuensing DNA yang menggunakan prinsip ion torrent adalah suatu sumur yang berukuran mikro. Dasar sumur tersebut terbuat dari lapisan sensor oksida logam yang sangat peka terhadap perubahan konsentrasi ion hidrogen. Sumur tersebut kemudian ditempati oleh suatu butiran yang berisi DNA templat. dNTP yang diketahui jenisnya kemudian dilewatkan pada permukaan sumur sehingga dapat berinteraksi dan bereaksi dengan DNA templat yang terdapat dalam butiran. Ion hidrogen yang dihasilkan dari reaksi antara dNTP dengan DNA templat kemudian akan menurunkan pH sekitar sumur dan dengan segera akan dibaca oleh sensor oksida logam.

Keunggulan dari alat yang dengan prinsip ion torrent ini adalah harga dan biaya operasional yang relatif murah disamping waktu sekuensing yang sangat singkat. Jika sekuensing dengan metode lain memakan waktu hingga berhari-hari, maka dengan alat ini sekuensing dapat dilakukan dengan waktu kurang lebih 1,5 jam. Meskipun demikian, alat ini memiliki beberapa keterbatasan, yakni jumlah pasangan basa pada satu kali pengerjaan terbatas pada 100 Mb dan bermasalah pada pengulangan nukleotida yang sama secara berurutan.

***

Sumber: Nature, 2011, 475, 348-352


Read more...
Selasa, 22 Januari 2013

Lowongan Kerja PT Rhodia Manyar

0 komentar

PT Rhodia Manyar adalah perusahaan internasional yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Produk utama dari perusahaan ini adalah bahan kimia surfaktan yang dipasarkan untuk tujuan domestik maupun ekspor. Perusahaan ini sekarang sedang membutuhkan dengan segera kandidat dengan posisi sebagai berikut:

QC Analyst
Lokasi: Gresik, Jawa Timur

Persyaratan:
  • Minimal D3/Politeknik jurusan kimia atau teknik kimia, dengan IPK minimum 3,75.
  • Laki-laki, maksimal 25 tahun (tidak buta warna)
  • Memiliki pemahaman yang baik dalam analisis kimia, familiar dengan peralatan laboratorium kimia (UV-VIS, GC, HPLC, Karl Fischer, dll.)
  • Memiliki pengalaman minimal 1 tahun dalam bidang Quality Control atau fresh graduate
  • Terbiasa menggunakan MS Office (Word dan Excel)
Silahkan kirim lamaran via email ke alamat:

atau kirim via surat ke alamat:
PT. Rhodia Manyar
HRD DEPARTMENT
PO BOX 169, Gresik (61101)

Read more...

Menurut Anda, bagaimana tampilan blog ini?

Archive

Google+ Badge

Followers

 
Majalah Kimia © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here